
Upacara tersebut diikuti oleh seluruh guru, staf pegawai, serta peserta didik dari kelas 1 hingga kelas 6. Momen ini menjadi ajang penting untuk menumbuhkan nilai-nilai kedisiplinan, nasionalisme, dan tanggung jawab di kalangan warga madrasah.
Dalam rapat bulanan ini sebagai moment untuk mengevaluasi setiap kinerja yang ada di MTsN 4 paluta, dan bersama mencari solusi terhadap masalah yang terjadi sehingga dapat menciptakan nuansa madrasah yang berkualitas kedepannya
Siswa-siswi MIN 6 Padang Lawas Utara melaksanakan kegiatan upacara bendera sebagai bagian dari upaya menanamkan nilai kedisiplinan sejak dini. Kegiatan ini bertujuan membentuk karakter peserta didik yang tertib, tanggung jawab, dan menghargai waktu serta aturan. Kepala Madrasah menekankan bahwa kedisiplinan merupakan kunci utama dalam mencapai kesuksesan dan membangun generasi yang berakhlak mulia serta berintegritas tinggi.
Acara dimulai dengan sambutan dari Kepala KUA Portibi (Bahri Harahap,S.Pd), yang menyampaikan pentingnya bimbingan perkawinan sebagai salah satu bentuk upaya Kementerian Agama dalam menekan angka perceraian dan membekali pasangan muda dengan pemahaman keagamaan serta keterampilan berumah tangga. Kegiatan ini turut dihadiri langsung oleh Kepala Kemenag Paluta (H. Mara Timbul Daulay, S.Pd.,MM), yang sekaligus membuka acara secara resmi pada kegiatan ini, dalam arahannya, beliau menekankan bahwa
Kepala KUA Kecamatan Portibi, Bahri Harahap, S.Pd, menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut. “Kami sangat mendukung program sinergi lintas sektoral seperti ini. Selain mempererat silaturahmi, kegiatan ini juga membawa manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya. Senada dengan itu, perwakilan dari Puskesmas Portibi menegaskan bahwa kolaborasi dengan berbagai instansi, termasuk KUA, menjadi bagian dari upaya mewujudkan masyarakat yang sehat dan produktif. Salah satu pegawai KUA, Sukur
Dalam rangka memperkuat tata kelola administrasi dan digitalisasi persuratan, MTsN 1 Padang Lawas Utara melaksanakan kegiatan penguatan penggunaan Aplikasi SRIKANDI bertepatan dengan peringatan Hari Kesadaran Nasional.
Penyuluh Agama dan Penghulu adalah jantung yang menghidupkan denyut pelayanan KUA di tengah masyarakat. Tanpa mereka, KUA akan kehilangan sentuhan personalnya. Sudah saatnya kita memberikan apresiasi yang layak bagi mereka — karena melalui kerja sunyi merekalah, nilai-nilai agama terus mengalir, membentuk masyarakat yang harmonis, toleran, dan berkeadaban.
Hari Kesadaran Nasional